Kamis, 31 Mei 2012

MAKALAH MICRO TEACHING



PEMBAHASAN
KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN
A. Pengertian memberikan penguatan
Memberi penguatan dlm kegiatan belaja mengajar kelihatanya sederhana, yaitu merupakan tanda persetujuan guru terhadap tingkah laku siswa-siswi, yang antara lain diantaranya dalam bentuk kata-kata membenarkan,kata=kata pujian, senyuman atau anggukan.Pemberian penguatan dan penerapanya secara bijaksana dan sistematis berdasarkan cara dan prinsip yang tepat, akan dapat mencapai beberapa tujuan yang merupakan kemungkinan kemanfaatan dari penggunaan penguatan dalam kelas.
 Keterampilan memberi penguatan yang arahnya untuk memberikan dorongan, tanggapan atau hadiah bagi siswa agar dalam mengikuti pelajaran meras a dihormati dan diperhatikan .
Menurut sudirman (1997 : 116) memberikan penguatan diartikan  dengan tingkah laku guru dalam merespon secara positif , suatu tingkah tertentu, sehingga memungkinkan  tigkah laku siswa tersebut timbul kembali .
Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal atau nonverbal, yang merupakan bagian modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (fedback) bagi sipenerima (siswa) atas perbuatanya sebagai tindak dorongan atau pun koreksi.
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan  berulangnaya kembali tingkah laku  tersebut. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk membesarkan hati siswa  agar mereka lebih giat berpartisifasi  dalam interaksi belajar mengajar. [1]
     Kata “terampil”memiliki arti cakap atau mampu atau cekatan dalam menyelesaikan tugas.[2]
     Memberikan penguatan diartikan dengan tingkah laku guru dalam merespon secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kemkbali.[3]
B. Tujuan Keterampilan Memberi Penguatan
Adapun tujuan dari pemberian penguatan dalam pembelajara antara lain :
1. Meningkatkan perhatian siswa;
 Bahwa melalui penguatan yang diberikan oleh guru terhadap prilaku belajar siswa, siswa akan merasa diperhatatikan oleh gurunya.Dengan demikain, perhatian siswapun akan meningkat seiring dengan perhatian guru melalui respons yang  diberikan  guru kepada siswanya.
2. Membangkitkan dan mempertahankan motivasi belajar siswa;
Apabila perhatian siswa semakin membaik maka dengan sendirinya motivasi belajarnya pun akan semakin baik pula.Upaya memelihara  dan membangkitkan motivasi  belajar siswa, senantiasa harus dilakukan oleh guru. Salah satu upaya  membangkitkan motivasi belajar tersebut, yaitu  melalui penguatan.
1.  Memudahkan proses belajar;
Bahwa tugas guru sebagai fasilitator pembelajaran bertujuan untuk memudahkan siswa belajar. Untuk memudahkan proses belajar harus ditunjang oleh kebiasaan-kebiasaan positif dalam pembelajaran, yaitu dengan memberikan respon-respon (penguatan) yang akan semakin mendorong keberaniaan siswa untuk mencoba, bereksporasi, dan terhindar  dari perasaan takut salah dalam belajar.
2.  Menumbuhkan rasa percaya  diri pada siswa;
Rasa  percaya diri merupakan modal dasar dalam belajar . perasaan khawatir,ragu-ragu,takut salah dan perasaan negatif yang akan mempengaruhi  terhadap  kualitas  proses  pembelajaran haru dihindari. Salah satu  upaya untuk memperkecil perasaan-perasaan negatif dalam belajar, yaitu melalui pemberian penguatan atau  respon yang diberikan oleh guru terhadap sekecil  apapun  perbuatan belajar siswa.
3. Mengarahkan pada cara berpikir yang baik / divergen dan inisiatif pribadi 
     Penguatan sebagai salah satu bentuk keterampilan dasar mengajar yang dimaksudkan agar siswa akan lebih bebas untuk mengemukakan pendapat, berbuat, mencoba dan melakukan perbuatan-perbuatan belajar lainya.[4]  
3. Prinsip dan Cara Pegunanaan Penguatan
     Penguatan sebagai salah satu bentuk keterampilan dasar mengajar dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, agar penguatan yang dilakukan oleh guru dapat berfungsi secara efektif, maka dalam penerapanya harus memperhatikan prinsip sebagai berikut :
1. Kehangatan  dan keantusiasan
Sikaf dan gaya guru, termasuk suara, mimik, dan gerak badan akan menunjukkan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan. Dengan demikian karena tidak diserta, tidak terjadi kesan bahwa guru tidak ihklas dalam memberikan penguatan karena tidak sertai Kehangatan dan keantusiasan.
2. Kebermakanaaan Penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan siswa sehingga ia mengerti dan yakin bahwa ia patut diberi penguatan. Dengan demikian ,penguatan bermakna baginya. Yang jelas jangan sampai terjadi sebaliknya.
3. Menghindari penggunaan respos yang negatif
Walaupun teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respons negatif yang diberikan beruoa komentar, becanda, menghina, ejekan yang kasar perlu dihindari karena akan mematahkan semangat siswa untuk mengembangkan dirinya. Misalnya, jika seseorang siswa tidak dapat memberikan jawaban yang diharapkan , guru jangan langsung menyalahkanya, tetapi bisa melontarkan pertanyaan kepada siswa lain.[5]
Cara Menggunakan Penguatan, yaitu :
1. Penguatan  kepada pribadi
Penguatan harus jelas kepada  siapa ditujukan  sebab bila tidak , akan kurang efektif . Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan,guru terlebih dahulu menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya.
2. Penguatan kepada kelompok
Penguatan dapat pula diberikan kepada sekelompok siswa, misalnya apabila satu tugas telah diselesikan dengan baik oleh satu kelas  atau satu kelompok. Karena itu guru dapat  memberikan penguatan secara verbal ataupun mengizinkan mereka bermain sesuai kegemaran kelas ataupun kelompok tersebut.
3. Pemberian penguatan dengan segera   Penguatan seharusnya diberikan segera setelah muncul tingkah laku atau respon siswa yang diharapkan. Penguatan yang ditunda pemberianya, cenderung kurang efektif.
4. Variasi dalam penguatan
Jenis atau macam penguatan yang digunakan hendaknya bervariasi, tidak terbatas bpada satu jenis saja karena hal ini akan menimbulkan kebosanan dan lama kelamaan atau kurang efektif.
5. Penguatan tidak penuh
Penguatan ini diberikan siswa/siswi yang telah menjawab pertanyaan dengan baik, akan tetapi belum seluruhnya benar.[6]
Sehubungan dengan hal yang diatas, terdapat beberapa hal yangharus diperhatikan guru dalam memberi penguatan, yaitu:
a. Penguatan harus diberikan dengan sungguh-sungguh.
b. Penguatan yang diberikan harus memiliki makna yang sesuai dengan kompetensi yang diberi penguatrta pesan.
c. Hindari respon negatif terhadap jawaban peserta didik.
d. Penguatan harus diklakukan segera setelah suatu kompetensi ditampilkan.
e. Penguatan yang diberikan hendaknya bervariasi.[7]
4. Komponen-komponen keterampilan memberi pengua tan.
Pengutan pada dasarnya dapat diberikan dalam dua jenis yaitu penguatan verbal dan penguatan non verbal. Komponen-komponen keterampilan memberikan penguatan yang harus dikuasai oleh guru berkaitan dengan keterampilan menggunakan kedua jenis penggunaan tersebut.
Komponen-komponen keterampilan memberi penguatan, antara lain :
1. Penguatan Verbal
Penguatan verbal adalah penguatan yang diungkapkan dengan kata-kata baik  kata-kata pujian dan penghargaan atau kata-kata koreksi.[8] Melalui kata-kata itu siswa akan merasa tersanjung dan berbesar hati sehingga ia akan merasa puas dan terdorong untuk lebih aktif belajar.
Penguatan verbal paling mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran dalam bentuk komentar, pujian, dukungan, pengakuan, atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan penampilan siswa.[9]
Atau dengan ucapan yang singkat sebagai hadiah atas keberhasilan siswa, misalnya dalam menjawab pertanyaan guru, disamping belajarnya, dapat memperkuat daya ingat siswa.[10]
Adapun kata-kata atau ucapan lisan sebagai bentuk penguatan tersebut misalnya:
a. Kata-kata: Bagus,baik,luar biasa,ya,betul,tepat,atau kata-kata lain yang sejenis.
b. Kalimat: pekerjaanmu rapi sekali,cara anda menyampaikan argumentasi sudah tepat,berpikir anda sudah sistimatis,makin lama belajar anda makin disiplin,dan bentuk-bentuk pujian lain yang sesuai dengan prilaku yang ditunjukkan oleh siswa.[11]
2. Penguatan non verbal
Penguatan non verbal adalah  penguatan yang diungkapkan melalui bahasa isyarat. Misalnya melalui anggukan kepala tanda setuju, mengangkat pundak, dan lain sebagainya.[12]
Melalui gerakan tangan dan anggota badan yang lain,keterbatasan media sedikit banyak dapat diatasi.misalnya guru mengatakan bahwa bumi itu bulat sambil membuat gerakan dengan kedua tangan yang menggambarkan bentuk bulat.[13]
Penguatan non_verbal  dapat ditunjukkan  dengan berbagai cara sebagai berikut:
a. Mimik dan gerakan badan
Mimik dan gerakan badan seperti senyuman, anggukan, tepukan tangan, atau acuan ibu jari dapat mengkomonikasikan kepuasan guru terhadap respons sisw, yang tentu saja merupakan penguatan yang sangat berarti bagi siswa. Mimik dan gerakan badan dapat dipakai bersama-sama dengan penguatan verbal. Mialnya mengucapkan kata “Bagus” guru tersenyum sambil mengacungkan ibu jari.
b. Gerak mendekati
Gerak mendekati dapat ditunjukkan guru dengan cara melangkah mendekati siswa, berdiri disamping siswa atau dalam kelompok siswa bahkan dalam situasi duduk berama siswa atau kelompok siswa.Tujuan gerak mendekati adalah memberikan perhatian, menunjukkan rasa senang akan pekerjaan siswa, bahkan juga memberi rasa aman kepada siswa.bentuk penguatan ini biasanya dipakai bersama-sama dengan bentuk penguatan verbal, artinya ketika guru mendekati siswa guru mengucapkan kata-kata tertentu sebagai penguatan.kombinasi ini biasanya memperkuat efek penguatan namun harus dibatasi pemakaianya sehingga efeknya tidak menurun.
c. Sentuhan
Sentuhan seperti menepuk-nepuk bahu, atau pundak siswa, menjabat tangan siswa atau mengangkat tangan siswa jika dilakukan dengan tepat, dapat merupakan penguatan yang efektif bagi siswa.Namun jenis penguatan ini harus dipergunakan dengan penuh kehati-hatian dengan memperhatikan umur, jenis kelamin dan latar belakang siswa.Misalnya, menepuk bahu atau mengelus rambut siswa mungkin hanya sesuai untuk TK/SD sedangkan bagi siswa yang lebih besar dianggap berlebihan.Demikian juga menepuk bahu siswa wanita yang sudah remaja mungkin akan diartikan lain oleh teman-temanya.Oleh karena itu, guru harus memperhatikan faktor-faktor yang disebutkan tadi.
d. Kegiatan yang menyenangkan
Pada dasarnya, siswa akan menjadi senang jika diberikan kesempetan untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi kegemarannya atau sesuatu yang memungkinkan dia berprestasi.Oleh karena itu, kegiatan yang disenangi siswa dapat digunakan sebagai penguatan.Akan menjadi lebih efektif lagi jika kegiatan yang dijadikan penguatan tersebut dikaitkan dengan penampilan yang diberikan penguatan.
e. Pemberian simbol atau benda
Dalam situasi tertentu dapat pula diberikan dalam bentuk simbol atau benda tertentu.Pemberian penguatan dengan simbol atau benda hendaknya tidak terlalu sering dilakukan agar “makna”nya tidak hilang atau agar siswa tidak memandangnya sebagai satu  target dari penampilanya.
f. Penguatan tak penuh
Sesuai dengan namanya,penguatan tak penuh diberikan untuk jawaban siswa yang hanya sebagian yang benar, sedangkan bagian lainya masih perlu diperbaiki, untuk itu guru berkata : “Bagian pertama dari jawaban anda sudah benar, tetapi alasan yang anda berikan belom mantap”.Kemudian guru meminta siswa lain untuk memberikan jawaban yang masih perlu diprbaiki tersebut.[14]
Penggunaan Penguatan dalam kaitanya dengan kegiatan pengelolaan kelas dimaksudkan untuk mrnciptakan iklim kelas yang kondusif sehingga siswa dapat belajar secara optimal.[15]
         
 


1 Mulyasa,Menjadi Guru Profesional, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2008), hal 77-78.
[2]  Andini t Nirmala, dkk, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya : PT. Prima Media, 2003), hal 477.
3 Hasibuan, dan Moedjiono,Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2008), hal. 58
[4]  Hamzah B. Uno, orientasi baru dalam psikologi pembelajaran,(jakarta : Bumi Aksara, 2006), hal 168.
[5]  Moh. Uzer usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2005,)Hal, 82
[6]  Erni purwati, dkk, Micro Teaching,(surabaya: aprinita 2009), hal.11-12.
[7]  Wardani, dkk ,Pembinaan Kompetensi Guru Matematika .(Jakarta : Universitas Terbuka,2001) hal,105
[8]  Sanjaya wina, Pembelajaran Dalam Implementasi kurikulum Berbasis Masalah,(Bandung:    Kencana,2005), hal 164-165
                        9  Udin S.Winataputra,dkk, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : Universitas Terabuka, 2002),hal 30.
[10] Sardiman, Interaksi dan motivasi Belajar Mengajar,(Jakarta : PT. RajaGrapindo Persada,2007), hal 110
[11]  Dadang Sukirman dan Mamad Kasmad, Pembelajaran Mikro , (Bandung : UPI pres, 2006) hal.201.
[12]   Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik,(Jakarta : Prestasi Pustaka,2007) hal,98
[13]  Hasibuan,dan Moedjiono, OPcit, hal 62
[14]  Udin s. Winataputra, OP,cit, hal 31-33
[15] Darmadi,Hamid, Kemampuan Dasar Mengajar, (Bandung : Alfabeta,2009) hal, 3

RPP AKIDAH AKHLAK


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah                         :   MIN Darul Ulum Pulaukijang
Mata Pelajaran              :   Akidah Akhlak
Kelas/Semester              :   VI / II
Materi Pokok                :   Sifat Marah
Waktu                           :   2 x 35 menit
Metode                          :   Ceramah dan demonstrasi
1.      Standar Kompetensi         :
1. Menghindari akhlak tercela
2.      Kompetensi Dasar
2. Membiasakan diri menghindari sifat marah
3.      Indikator
1.    Menjelaskan pengertian sifat marah
2.    Menyebutkan tanda-tanda orang yang sedang marah
3.    Menjauhkan diri dari sifat marah
4.        Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa mampu menjelaskan pengertian sifat marah
2.    Siswa dapat menyebutkan tanda-tanda orang yang sedang marah
3.    Siswa dapat menjauhkan diri dari sifat marah
F Karakter siswa yang diharapkan :       Disiplin ,Rasa hormat dan perhatian, Tekun, dan Tanggung jawab
5.      Materi Essensial
F  Menghindari sifat marah
6.      Media Belajar
F  Buku paket akidah akhlak kelas 6
7.      Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
  1. Pendahuluan.
a.       salam
b.      basmalah
c.       Absensi
d.      Apersepsi
F  Minggu lalu kita membahas sifat tercela ria, anak-anak hari ini kita masih membahas mengenai sifat tercela, tetapi kita beralih ke sifat marah.
e.       Motivasi
F  Sifat marah harus kita jauhi, karena selain merugikan orang lain sifat marah ini dapat merugikan diri sendiri, dan allah sangat membenci sifat pemarah ini.
  1. Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Bertanya kepada siswa mengenai sejauh mana pemahaman siswa    terhadap materi yang mau di ajarkan.
&  Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi.
1.    Guru
F   Menjelaskan pengertian sifat marah
F   Menyebutkan tanda-tanda orang yang sedang marah
F   Memotifasi siswa agar menjauhi sifat marah
2. siswa
F  Siswa menymak dan mendengarkan penjelasan guru tentang   pengertian sifat marah.
F  Menyebutkan kembali tanda-tanda orang yang sedang marah yang telah dijelaskan oleh guru
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  1. Penutup
o   Guru bersma siswa menyimpulkan pelajaran
o   Membaca hamdalah.
o   Mengucapkan salam.
8.       Penilaian
       Bentuk tes               :   tertulis
       Contoh instrument :
1.         jelaskan pengertian sifat marah
2.         sebutkan 3 tanda-tanda orang yang sedang marah
.
  Jawaban:
1.         marah adalah perasaan tidak senang terhadap orang lain yang tidak sependapat dengan kehendaknya
2.         a. muka dan matanya merah
b.    tangannya mengepal
c.    bibirnya bergetar
d.   mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak sopan
e.    suka menendang dan memukul benda di sekitarnya
         Mengetahui,                                        Tembilahan, 03 Desember 2011
       Kepala sekolah                                               Guru Mata Pelajaran
        Arman wijaya                                                  Satria firmansyah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar